
Setiap orang punya pengalaman masa kecil yang berbeda. Beberapa di antaranya bisa jadi mengalami hal-hal menyenangkan, tapi tidak sedikit yang memiliki pengalaman buruk.
Namun, pengalaman buruk di masa kecil tersebut tidak seharusnya menjadi beban yang harus dipikul seumur hidup. Dengan cara yang tepat, pengalaman tidak menyenangkan bisa diubah menjadi tindakan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain.
Adalah Rahmad Maulizar, seorang pemuda dari Meulaboh, Aceh kelahiran tahun 1993 yang memiliki bibir sumbing sejak kecil. Kondisi ini membuat dirinya harus menjalani masa kecil yang tidak mudah. Di sekolah, Rahmad menerima perundungan dari teman-temannya. Mereka mengejek dengan meniru suara Rahmad yang sengau.
Akibat perundungan yang diterima dari teman-temannya, Rahmad kerap menangis saat pulang ke rumah. Kepada ibunda tercinta, ia menumpahkan rasa sedihnya. Sang ibundalah yang sering membesarkan hati Rahmad.
Rahmad pun menjadi anak yang kurang percaya diri. Ia memilih untuk lebih banyak berada di rumah daripada bermain dengan teman-temannya.
Pengalaman masa kecil Rahmad yang buruk akhirnya berakhir. Pada suatu pagi di akhir tahun 2007, ia membaca sebuah koran yang memuat informasi tentang operasi bibir sumbing gratis di Banda Aceh.
Beberapa hari setelah itu, Rahmad memutuskan untuk mendatangi dokter yang memberikan operasi gratis tersebut. Dengan angkutan umum, ia menempuh perjalanan sejauh dua ratusan kilometer dari Meulaboh ke Banda Aceh.
Rahmad akhirnya bertemu dengan dokter yang ia cari, yaitu dr. Muhammad Jailani, seorang dokter spesialis bedah plastik. Operasi bibir sumbing dilakukan di Rumah Sakit Malahayati dan biaya ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan Smile Train Indonesia.
Operasi ini melalui beberapa tahapan, hingga selesai pada tahun 2010. Bibir sumbing pun hilang dari wajah Rahmad.
Keberhasilan operasi ini tidak hanya mampu memberikan senyum di wajah Rahmad, tetapi juga menjadi titik balik baginya untuk melakukan hal yang lebih besar. Ia ingin membagikan kebahagiaan yang ia terima kepada orang lain.
Rahmad tergerak untuk menyebarluaskan informasi mengenai operasi bibir sumbing gratis kepada warga Aceh lainnya yang membutuhkan. Informasi itu ia sampaikan melalui media sosial dan dari mulut ke mulut.
Niat mulia itu diketahui Yayasan Smile Train Indonesia. Rahmad kemudian mendapatkan tawaran untuk menjadi sukarelawan di yayasan nirlaba tersebut. Tanpa berpikir lama, tawaran diterima Rahmad dengan senang hati.

Rahmad berkeliling ke seluruh Aceh dengan penuh semangat. Ia mencari Ia mencari dan mendata sebanyak mungkin penderita bibir sumbing, seperti yang pernah dialaminya. Ia mengajak mereka untuk mendapatkan operasi gratis dari Yayasan Smile Train Indonesia.
Rahmad juga sering menjemput dan mengantar pasien operasi bibir sumbing, yang sebagian besar adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu. Banyak keluarga yang sebenarnya punya niat untuk membawa anak mereka dioperasi. Namun, niat itu terpaksa tertunda karena terkendala masalah dana.
Sejak Rahmad bergabung menjadi sukarelawan, jumlah penerima operasi naik signifikan. Catatan dari Yayasan Smile Train Indonesia menunjukkan setiap bulan rata-rata terdapat 40 pasien yang ditangani dr. Jailani.
Tidak kurang dari 6.000 tindakan operasi bibir sumbing gratis telah dijalankan oleh Smile Train Indonesia selama tahun 2010-2021. Sebelum Rahmad bergabung menjadi sukarelawan, jumlahnya hanya 1.000 tindakan operasi untuk periode 2007-2010.
Kegigihan Rahmad dalam menyebarkan kebaikan bagi anak-anak bibir sumbing mendapat apresiasi Astra Internasional. Rahmad terpilih menjadi penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards Tahun 2021 untuk bidang kesehatan. SATU Indonesia Awards adalah apresiasi dari Astra untuk generasi muda yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan bagi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.
Semangat yang dimiliki Rahmad Maulizar bisa menjadi teladan yang baik bagi generasi muda. Bahwa pengalaman buruk di masa lalu bisa menjadi pendorong untuk melakukan perubahan yang lebih baik, yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga orang lain.









